Senin, 03 Desember 2012

TEKNOLOGI MASA
SEKARANG YANG HARUS
DI KETAHUI


Kejadian tragis yang menggegerkan publik di pekan kemarin menjadi pelajaran pahit betapa berbahayanya mengemudi dibawah pengaruh narkoba. Siapapun pengemudinya, sehebat apapun cara mengemudinya, apabila terpengaruh alkohol ataupun narkoba, tetap saja mengancam keselamatan diri sendiri maupun banyak orang.

Dengan dasar itulah Toyota sebagai salah satu industry otomotif terbesar merespon hal tersebut dengan mengembangkan teknologi untuk mendukung upaya pencegahan terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh pengemudi yang mabuk atau dalam pengaruh narkotika.

Untuk itu para ahli di Toyota berusaha mengembangkan sejumlah sistem pendeteksi dini. Prinsip kerja sistem tersebut mempunyai dua unsur, pertama adalah untuk mendeteksi tingkat kesadaran pengemudi lewat analisa kandungan alkohol dan pupil mata. Kedua, mencegah pengemudi untuk mengendarai mobilnya saat tidak dalam kondisi sadar sepenuhnya.

Salah satu sistem yang diperkenalkan adalah dengan menggunakan sejumlah sensor di roda kemudi dan ditambah kamera. Sensor-sensor di roda kemudi berfungsi untuk mengukur kandungan alkohol pengemudi dari keringat yang keluar dari tangan pengemudi. Sedangkan kamera berfungsi untuk mendeteksi fokus atau tidaknya pupil mata pengemudi ke jalan.

Apabila sensor yang ada mengidentifikasi pola pengendaraan yang tidak biasa, kamera menangkap pupil mata yang tidak fokus dan sensor pada kemudi mengindikasikan kandungan alkohol yang melebihi batas. Maka sistem akan memerintahkan mobil untuk mengurangi kecepatan dan berhenti secara otomatis. Dengan demikian situasi seperti yang terjadi di Tugu Tani (22/1/12) tidak akan terulang.

Toyota juga mengembangkan sistem yang menggunakan breath analyzer yang mampu menganalisa nafas pengemudi untuk mengetahui kandungan alcohol. Sistem ini juga menggunakan kamera untuk mendeteksi tingkat kesadaran pengemudi.

Saat sebelum mengendarai mobil, pengemudi mengambil breath analyzer kemudian menghembuskan nafasnya pada alat tersebut. Jika kandungan alkohol melebihi ambang batas, maka sistem akan memperingatkan pengemudi, sistem juga bisa melumpuhkan mobil, tergantung level kandungan alkohol yang terdeteksi oleh breath analyzer.

Tingginya tingkat kecelakaan yang berkaitan dengan alcohol dan narkoba, juga terjadi di Jepang pada pada bulan Agustus tahun 2006. Pengemudi yang dalam keadaan mabuk menabrak mobil lain yang ditumpangi satu keluarga hingga mobil tersebut terlempar keluar jembatan. Akibatnya tiga anak tewas dalam kecelakaan tersebut.

Hal tersebut yang mendorong otoritas di Jepang untuk memberi hukuman lebih berat kepada pengemudi yang mabuk. Karena peristiwa tersebut, Toyota mengembangkan sistem ini dan mendorong pabrikan untuk melengkapi mobilnya dengan fitur dan sistem yang memastikan keselamatan semua orang dari perilaku orang yang tidak bertanggung jawab.

 

0 komentar:

Poskan Komentar